Nusantara adalah pusat gravitasi. Lada, pala, dan cengkih adalah alasan mengapa kapal-kapal besar dari Portugal, Spanyol, hingga Belanda rela bertaruh nyawa menyeberangi samudra.
Bagi orang Eropa zaman dulu, rempah adalah kemewahan tertinggi—pengawet makanan sekaligus simbol status sosial. Namun bagi masyarakat kita, rempah adalah keseharian. Ia tumbuh di halaman rumah, menjadi bumbu di dapur, sekaligus obat bagi raga yang letih.
Lalu, masuklah tembakau. Dibawa oleh bangsa Penjelajah dari Amerika Latin. Keajaiban yang sebenarnya terjadi saat masyarakat lokal mulai bereksperimen. Di sinilah letak jeniusnya leluhur kita. Mereka tidak hanya menikmati tembakau secara polos. Terinspirasi dari tradisi leluhur yang gemar meramu jamu dan rempah, mereka mulai mencampurkan rajangan cengkih ke dalam tembakau.
Menciptakan Cita rasa tradisional dan otentik selera warisan para leluhur.
Aroma cita rasa yang kaya dan khas sehingga menambah kemantapan dalam setiap kenikmatan TingWe ( Linting Dewe ).
Memberikan sensasi pengalaman kenikmatan sensorik yang lebih Kaya , otentik dan berkarakter.
Bahan baku Aroma dan wewangian, Minyak absolut tembakau menawarkan aroma yang dalam dan kompleks.
Sangat cocok digunakan dalam kegiatan pengobatan tradisional dengan media sebagai rokok rempah karena mengandung empon empon yang menjadi komponen dasar dalam berbagai pengobatan tradisional.
Lebih hemat dan ekonomis.





Perumahan Tridarsa Windu Asri G12 A, Wadungasih, Buduran, Sidoharjo, Jawa Timur.
Perumahan Griya Harmony no 15 Gagak Sipat, Boyolali.
Jl. Hasanudin no.43 Badran Surakarta Jawa Tengah
Gedongan RT 02 RW 04 Sukoharjo